Model Pembelajaran Kooperatif Tipe (Teams-Games-Tournaments) TGT

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status. Tipe ini melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya, mengandung unsur permainan yang bisa menggairahkan semangat belajar. Belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih santai disamping menumbuhkan tanggung jawab, kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Menurut Alberti (Slavin, 2009), pembelajaran TGT membawa peningkatan yang signifikan terhadap hasil belajar. Menurut Johnson dkk (Slavin, 2009) bahwa TGT memberikan pengaruh positif yaitu perolehan yang signifikan terhadap hasil akademik kelompok lebih besar dibandingkan secara individu.

Model pembelajaran kooperatif tipe TGT menempatkan siswa dalam kelompok-kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku bangsa atau ras yang berbeda (Isjoni, 2010). Langkah-langkah TGT adalah sebagai berikut:

(1)      siswa dibagi dalam kelompok beranggotakan 5-6 siswa secara heterogen;

(2)      guru menyajikan materi;

(3)      guru memberikan lembar kerja kelompok (LKK) dan siswa bekerja dalam kelompok masing-masing, apabila ada dari anggota kelompok yang tidak mengerti dengan tugas yang diberikan, maka anggota kelompok yang lain bertanggung jawab untuk memberikan jawaban atau menjelaskannya;

(4)      guru memberikan games akademik untuk memastikan seluruh anggota kelompok telah menguasai pelajaran;

(5)      dalam games akademik siswa dibagi dalam meja-meja tournament, dimana setiap meja tournament merupakan wakil dari kelompok masing-masing;

(6)      dalam setiap meja games tournament diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama;

(7)      siswa dikelompokkan dalam satu meja tournament secara homogen dari segi kemampuan akademik, artinya dalam satu meja tournament kemampuan setiap peserta diusahakan agar setara;

(8)      permainan pada meja tiap tournament dilakukan dengan aturan sebagai berikut:

(a)       setiap pemain dalam tiap meja menentukan pembaca soal dan pemain yang pertama;

(b)      pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisi nomor soal dan diberikan kepada pembaca soal;

(c)       pembaca soal membacakan soal sesuai dengan nomor undian yang diambil oleh pemain;

(d)      soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dalam soal;

(e)       setelah waktu untuk mengerjakan soal selesai, maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang akan ditanggapi oleh penantang searah jarum jam;

(f)       skor hanya diberikan kepada pemain yang menjawab benar dan berhak mendapat kartu jawaban. Jika semua pemain menjawab salah maka kartu dibiarkan saja. Permainan dilanjutkan pada kartu soal berikutnya sampai semua soal habis dibacakan, setiap peserta dalam satu meja tournament dapat berperan sebagai pembaca soal, pemain, dan penantang;

(g)      selanjutnya pemain kembali ke kelompok asal dan menghitung skor yang diperoleh masing-masing pemain;

(h)      ketua kelompok memasukkan poin yang diperoleh anggota kelompoknya pada tabel yang telah disediakan.

Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Berikut RPP model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT RPP Kooperatif Tipe TGT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s