Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw

Jigsaw telah dikembangkan  dan diuji coba oleh  Elliot Aronson dan teman-temannya di Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh slavin dan teman-temannya di Universitas John Hopkins. Slavin dan para ahli lainnya  percaya bahwa pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat mengubah  norma yang berhubungan dengan hasil belajar yang meningkat, dan memberikan keuntungan baik pada siswa kelompok bawah maupun kelompok atas yang bekerjasama menyelesaikan tugas-tugas akademik. Siswa kelompok atas akan menjadi tutor bagi siswa kelompok bawah, jadi memperoleh bantuan khusus dari teman sebaya, yang memiliki orientasi dan bahasa yang sama. Dalam proses tutorial ini siswa kelompok atas akan meningkatkan kemampuan akademiknya karena memberikan pelayanan sebagai tutor membutuhkan pemikiran lebih mendalam tentang hubungan ide-ide yang terdapat di dalam materi tersebut  (Ibrahim dkk, 2000).

Dalam penerapan jigsaw, siswa dibagi berkelompok dengan 4 – 6 orang anggota kelompok belajar heterogen. Materi pelajaran diberikan kepada siswa dengan jalan  demonstrasi atau lewat bahan bacaan (dalam bentuk teks). Dalam satu kelompok setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari bagian tertentu bahan yang diberikan itu. Anggota dari kelompok lain yang mendapat tugas topik yang sama berkumpul dan berdiskusi tentang topik tersebut. Kelompok ini disebut kelompok ahli. Selanjutnya anggota tim ahli ini kembali ke kelompok asal dan mengajarkan apa yang telah dipelajarinya dan didiskusikan di dalam kelompok ahlinya untuk diajarkan kepada teman dalam kelompoknya sendiri. Menyusul pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa diberikan tes secara individu tentang materi belajar. Dalam jigsaw versi Slavin, skor tim menggunakan prosedur skoring yang sama dengan STAD. Tim dan individu dengan skor tertinggi mendapat pengakuan atau penghargaan (Ibrahim dkk, 2000).

Langkah-langkah pembelajaran jigsaw menurut Trianto (2010) adalah sebagai berikut :

(1)   pengajar memberikan pengenalan mengenai topik yang akan dibahas dalam bahan pelajaran. Pengajar bisa menuliskan topik di papan tulis dan menanyakan apa yang siswa ketahui mengenai topik tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengaktifkan skemata siswa agar lebih siap menghadapi pelajaran yang baru,

(2)   siswa dibagi atas beberapa kelompok asal (tiap kelompok anggotanya 4 – 6 orang),

(3)   materi pelajaran diberikan kepada siswa dalam bentuk teks yang telah dibagi-bagi menjadi beberapa sub bab,

(4)   setiap anggota kelompok asal membaca sub bab yang ditugaskan dan bertanggung jawab untuk mempelajarinya,

(5)   anggota dari kelompok asal lain yang telah mempelajari sub bab yang sama bertemu dalam kelompok-kelompok ahli untuk mendiskusikannya,

(6)   setiap anggota kelompok ahli setelah kembali ke kelompok asal bertugas mengajar teman-temannya,

(7)   pada pertemuan dan diskusi kelompok asal, siswa-siswa diberikan tagihan berupa kuis individu.

Ciri-ciri pembelajaran kooperatif tipe jigsaw, yaitu : (a) setiap anggota tim terdiri dari 3-6  orang yang disebut kelompok asal, (b) kelompok asal tersebut dibagi lagi menjadi kelompok ahli, (c) kelompok ahli dari masing-masing kelompok asal berdiskusi sesuai keahliannya, dan (d) kelompok ahli kembali ke kelompok asal untuk saling bertukar informasi (Suyatno, 2008).

Berikut contoh RPP model kooperatif tipe jigsaw RPP Kooperatfi Tipe Jigsaw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s